Malas adalah kebiasaan burukku, Orang-orang memanggilku dengan sebutan Ade dan sahabat baikku adalah Bagas, banyak yang mengatakan bahwa kami seperti saudara kembar.
Sahabatku adalah Anak yang cukup rajin dan cukup pandai, tapi perbedaan ini tak menjadi jurang pemisah persahabatan kami.
Sahabatku adalah Anak yang cukup rajin dan cukup pandai, tapi perbedaan ini tak menjadi jurang pemisah persahabatan kami.
Di antara kami tidak pernah ada yang Memiliki keniatan untuk Saling Menjatuhkan dan ingin Menjadi lebih dominan di antara teman teman yang lain, justru kami saling menguatkan dan saling membantu jika di antara kami ada yang sedang mengalami kesulitan dalam hal apapun.
Dalam kelas justru akulah yang selalu mengalami banyak kesulitan dalam Mengerjakan pelajaran bahasa inggris, karena aku lebih banyak bercanda dan tak pernah memperhatikan apa yang guruku ajarkan.
Akan tetapi Bagas tak pernah Menyerah dan selalu memberikan semangat dan motivasi untukku dan juga Mengajarkan banyak Hal yang begitu berarti dalam Hidupku.
Akan tetapi Bagas tak pernah Menyerah dan selalu memberikan semangat dan motivasi untukku dan juga Mengajarkan banyak Hal yang begitu berarti dalam Hidupku.
Hingga suatu ketika di dalam kelas siang itu aku sedang mengalami banyak kesulitan saat aku ditunjuk untuk maju dan mengerjakan Bahasa inggris di depan teman sekelasku, Aku sangat malu dan tidak dapat Mengerjakan satu nomor pun di papan tulis, dan disitulah Mulai datang Rasa penyesalan yang menghampiriku, dalam hatiku berkata “seharusnya Aku selalu Mendengarkan dan memperhatikan saat guruku sedang mengajar di kelas, pasti aku tidak akan mendapatkan kesulitan seperti ini”.
Fikirku tidak akan ada seorang pun yang dengan hati yang tulus untuk membantuku, Hanya suara gelak tawa yang kudengar dari mulut teman satu kelasku.
Tapi tidak untuk bagas Rupanya sahabatku Diam-diam Menuliskan sebuah jawaban di kertas kecil dan melemparkannya kepadaku.
Fikirku tidak akan ada seorang pun yang dengan hati yang tulus untuk membantuku, Hanya suara gelak tawa yang kudengar dari mulut teman satu kelasku.
Tapi tidak untuk bagas Rupanya sahabatku Diam-diam Menuliskan sebuah jawaban di kertas kecil dan melemparkannya kepadaku.
Dalam batinku “Bagas adalah sosok malaikat yang Tuhan kirimkan dalam bentuk Manusia untukku”, dan dari sinilah aku percaya bahwa persahabatan tidak akan melihat kekuranganmu atau kemampuan apa yang dimiliki, dan Bagas juga pernah berpesan padaku sebelum ia pindah ke sragen bahwa “Jika kita Menanam kebaikan maka akan tumbuh kebaikan pula”, dan Sejak saat itu aku telah menganggap bagas lebih dari sahabat bahkan seperti saudara sendiri, Dan semua Kebaikannya akan selalu kukenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar